FENOMENA SI DUKUN CILIK PONARI

Label:
Makin lama makin ada-ada aja fenomena di masyarakat Indonesia. Dari yang rasional sampe yang irrasional. Contohnya aja di Jombang, saat ini sedang santer2nya di beritakan tentang Muhamad Ponari, si dukun cilik.. Gimana nggak, di usianya yang masih 10 tahun--dia bisa menghasilkan uang +- 80 juta dan di bentuk panitia sekitar 150 orang, setiap panitia diberi imbalan 40 Ribu rupiah/ hari....

wah ngalahin gajinya presiden nich :D

Ari, begitu dia disapa..lahir dari pasangan Kasim [38] dan Mukaromah [28] yang hanya bekerja sebagai buruh tani. Dia mulai mengobati orang2 sakit di rumah orang tuanya yang berdinding gedhek yang berlokasi di Dusun Kedungsari, Balongsari, Megaluh, Jombang-Kabupaten Jombang.

Asal mula kejadian
Keberadaan Ari mulai santer terdenger sejak pertengahan januari, ini setelah bocah kelas 3 SD itu disambar geledek sewaktu bermain di bawah hujan lebat. Saat suara petir menggelegar, dia mengaku kepalanya seperti dilempar benda keras. Saat itulah dia mendapati batu sekepalan tangan di bawah kakinya [mirip kepala belut]. Menurutnya, batu tersebut kemudian mengeluarkan sinar warna merah. Dalam hitungan detik, Ari merasakan hawa panas menjalar di seluruh tubuhnya. Karena penasaran, batu ajaib itu pun dibawa pulang. Oleh Mbok Legi [nenek Ari] batu tersebut langsung dibuang. Karena Mbok Legi menganggap batu itu jelmaan dari petir.
''Batu itu langsung dibuang oleh neneknya Ari (panggilan Ponari), karena dianggap sebagai watu gludhuk," ungkap Mukaromah saat mendampingi anaknya.
Whew.. aroma mistis mulai tercium sodara-sodara

Namun saat dibuang, lanjut Mukaromah, keanehan mulai muncul. Awalnya si nenek bermaksud membuang batu tersebut di barongan (kebun bambu) yang berjarak sekitar 100 meter di belakang rumah mereka. Namun saat si nenek belum kembali ke rumah, batu itu sudah kembali lagi ke ruang tamu dimana Ari sedang duduk. Bahkan setelah dibuang berkali-kali, batu itu tetap saja kembali ke tempat Ponari berada. lanjut Mukaromah..
Emang batu ni rejekinya Ponari kayanya

Baru beberapa hari kemudian, ada salah satu tetangga mereka, Imam, yang mengalami sakit panas dan muntah-muntah. Tanpa disuruh, Ponari membawa batu itu dan dimasukkan ke dalam segelas air putih. Airnya lalu diminumkan pada si sakit. ''Selang beberapa jam kemudian, dia langsung sembuh total," cetus Mukaromah.
sampai akhirnya, Batu ajaib itu kemudian dipakai mengobati orang banyak. Caranya, batu dimasukkan ke dalam segelas air putih, kemudian airnya diminumkan ke orang yang sakit.


Mulai dari situ, dari mulut ke mulut--ribuan orang berbondong-bondong mendatangi kediaman Ponari, yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Saking ramenya pengunjun disana, kediaman dan jalan sekitar rumah Ponari dikawal sebanyak 70 personel polisi dan sejumlah aparat dari TNI juga nampak sigap mengamankan antrean pasien yang tiba dari berbagai tempat.
Seperti mengawal iring-iringan tamu kehormatan negara ya

Fakta Lapangan
Saking banyak orang2 mengantri untuk minta 'disembuhkan' -- antrian panjang itu justeru merenggut nyawa 2 orang pasiennya, yang pertama Rumiadi (58). Pada hari Sabtu (31/1/2009) Kakek asal Desa Sumberejo, Kecamatan Purwoasri, Kediri itu, meninggal karena penyakit epilepsinya kambuh saat duduk dekat

Antrean
Korban lainnya adalah Nurul Niftadi (42) warga Desa Kedungtimongo, Kecamatan Megaluh, juga meninggal di lokasi. Berbeda dengan Rumadi, Nurul meninggal setelah mendapat air dari Ponari. Hanya saja, Nurul belum sempat meminum air pemberian Ponari. Pihak keluarga menyatakan, Nurul sakit jantung.
Sampai kemudian dua pasien tewas, Polisi pun menutup sementara praktik Ponari.

Ponari bisa menghentikan semburan Lapindo
Bahkan muncul pengakuan yang cukup menarik dari Ponari. Suatu saat, ia pernah minta kepada orang tuanya untuk diantarkan ke kawasan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Ia mendadak mengaku bisa menghentikan semburan lumpur yang sudah menenggelamkan beberapa desa itu. Caranya, dengan melemparkan batu itu ke arah semburan lumpur. Namun syaratnya, Ponari harus diantar orang-orang tertentu. Salah satunya adalah tetangga dekat mereka, Sumarni, yang pernah disembuhkan Ponari. ''Saya tidak tahu kenapa Ponari meminta saya agar suatu saat diantar ke lumpur Lapindo," ungkap Sumarni yang kini disibukkan membantu Ponari melayani para tamunya.
Kenapa ndak minta anter Mas Ponidi yah.. secara satu kampung

Menariknya, Ponari sendiri tidak mau menerima uang dari hasil prakteknya. Entah apa alasannya, Ponari selalu menolak saat disodori uang oleh para pasien. Bahkan Ponari pernah marah dan ngambek tidak mau melayani pasien, saat ada orang yang memaksa memberinya uang untuk sekedar balas jasa.Sebenarnya, apabila Ponari memberlakukan pembayaran bagi pasiennya yang akan meminta celupan batu miliknya, dan apabila 1 pasien diminta uang sebesar Rp 10 ribu, maka dalam sehari dukun cilik 'sakti' ini akan meraup penghasilan sedikitnya Rp 80 juta. Ponari tidak bersedia menerima uang pemberian dari para pasiennya, karna dia ikhlas membantu sesama, agar segera sembuh dari berbagai penyakit. Masih ada yah orang kaya se-ikhlas dia.. salud Applause.gif

Dan pertanyaannya:
Ada hubungan apa yah antara Ponari, Mas Ponidi dan Ponirah??


sumber : BlueFame
0 Coment:

Poskan Komentar

BANNER BDK CIANJUR
Copy Link :

Add to Technorati Favorites






My site is worth
$1,450,058.

How much is yours worth?



This website is worth

What is your website worth?

Website saya nilai
Rp 1.91 Juta

Links Pimped
Pimp Rank:
Are you a Link Pimp?>



PENGIKUT

Arsip Blog